BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz selaku Dewan Pembina Komunitas LINK Kalteng menyampaikan apresiasi kepada Komunitas LINK Kalteng Generasi ke-3 yang telah memberikan kontribusi dalam rangka meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di provinsi ini.
Hal ini disampaikannya dalam pengukuhkan Komunitas Literasi dan Inklusi Kalimantan Tengah atau LINK Kalteng Generasi ke-4.
"Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK Tahun 2024, indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia masing-masing sebesar 65,43 persen dan 75,02 persen, sehingga masih terdapat gap sebesar 9,59 persen," kata Danu dalam keterangan resminya pada Rabu, 2 Oktober 2024.
Sehubungan dengan hal tersebut, katanya, selain diharapkan dapat mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan secara lebih signifikan di wilayah Kalimantan Tengah, Komunitas LINK Kalteng Generasi ke-4 juga diharapkan dapat memperkecil gap dimaksud, antara lain melalui kolaborasi dengan OJK dan Lembaga Jasa Keuangan.
"Saya juga berharap adik-adik Komunitas LINK Generasi ke-4 dapat menyebarluaskan informasi mengenai literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, agar dapat lebih bijak dalam melakukan pengelolaan keuangan serta tidak terjebak dalam fenomena YOLO atau You Only Live Once, FOMO atau Fear of Missing Out, dan FOPO atau Fear of Others People Opinion," terang Danu lagi.
Kegiatan dilanjutkan dengan Training of Trainers kepada Komunitas LINK Kalteng Generasi ke-4 dengan beberapa tema, antara lain materi mengenai pengenalan OJK, pengelolaan keuangan, dan waspada aktivitas keuangan ilegal oleh OJK Kalteng, materi mengenai kebanksentralan oleh Bank Indonesia Kalteng, materi mengenai peran perbankan dalam pengembangan ekonomi daerah oleh Bank Kalteng, serta materi mengenai pengenalan produk dan layanan oleh BPJS Ketenagakerjaan.(TESTI PRISCILLA)









