JAKARTA –
**Borneonews - Waikabubak, Nusa Tenggara Timur**, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak, yang terletak di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pada hari Rabu. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai langsung kondisi fasilitas serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memantau progres pembangunan gedung baru rumah sakit yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas layanan kesehatan, khususnya di daerah-daerah terpencil. Presiden menyampaikan pentingnya kelengkapan fasilitas medis agar RSUD Waikabubak dapat beroperasi secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Beliau mengapresiasi pembangunan gedung yang hampir selesai, yang dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan. "Bangunan ini dijadwalkan akan selesai pada bulan Desember 2024. Namun, langkah selanjutnya yang paling krusial adalah penyediaan alat kesehatan yang memadai. Peralatan seperti *CT scan*, *mamografi*, *cathlab*, dan perangkat medis lainnya akan segera dikirimkan setelah gedung siap digunakan," ungkap Presiden Joko Widodo, berdasarkan pernyataan dari Biro Pers Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta. Dalam pernyataan terpisah, dr. Japendi Saragih, Direktur RSUD Waikabubak, menyatakan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh Presiden Jokowi terhadap layanan kesehatan di daerah tersebut. Ia juga mencatat bahwa di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, RSUD Waikabubak telah ditetapkan sebagai pusat rujukan untuk penyakit katastropik, seperti kanker dan penyakit jantung. "Semenjak kepemimpinan Presiden Jokowi selama sekitar sepuluh tahun, kami merasakan bahwa pelayanan kesehatan telah berada dalam jalur yang tepat untuk menjangkau seluruh masyarakat secara langsung," ungkap dr. Japendi. Beberapa pasien di RSUD Waikabubak juga menyampaikan pengalaman positif terkait dengan pelayanan kesehatan yang mereka terima. Isna, seorang pasien yang sedang mengawasi terapi tulang belakang anaknya, memberikan pesannya tentang kualitas pelayanan yang dirasakan. "Puji Tuhan, selama tiga kali kami mendapatkan terapi, pelayanan sangat baik. Anak saya merasa nyaman saat dirawat oleh perawat dan dokter. Kami sangat senang dan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan di kabupaten ini," ujarnya. Namun, Isna berharap agar pemerintah dapat meningkatkan jumlah dokter spesialis di daerah tersebut, khususnya dalam bidang ortopedi. "Di Waikabubak ini belum ada dokter ortopedi, jadi kami harus pergi ke kota provinsi untuk mendapatkan perawatan," tuturnya. Stephanie, pasien lainnya yang juga mendapatkan perawatan selama kehamilan, berbagi pengalamannya saat dirawat di RSUD Waikabubak. Dia menjelaskan bahwa dirinya harus menjalani observasi intensif setelah mengalami pecah air ketuban pada usia kehamilan lima bulan. "Semuanya berjalan dengan baik, staf sangat ramah dan membantu, tidak membuat kami merasa tertekan. Mereka selalu memberikan dorongan dan semangat, tidak pernah membuat kami merasa terpuruk," jelasnya. Dalam peninjauan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh beberapa pejabat, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto, Penjabat Bupati Sumba Barat Flouri Rita Wuisan, serta Direktur Utama RSUD Waikabubak dr. Japendi Saragih. ANTARA