BORNEONEWS, Palangka Raya - Orangutan jantan berusia sekitar 20 tahun dengan berat badan 70 kilogram menyerang kebun warga di Jalan Tjilik Riwut Km 42, persisnya depan Markas Denzipur, Minggu (21/8/2016) sekitar pukul 15.30 WIB.
Orangutan bertubuh besar itu memakan buah-buah warga jenis nanas, timun dan rambutan. Warga tak berani mendekat lantaran takut akan mendapat perlawanan. Apalagi tubuhnya yang begitu besar sehingga membuat nyali warga menciut.
Warga lalu melaporkan ke Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng. Mendapat laporan, tim BOS langsung mendatangi lokasi kejadian. "Ketika kita sampai, orangutan itu berada sekitar 300 meter dari pinggir jalan depan Denzipur," kata Koordinator Komunikasi dan Edukasi Yayasan BOS Nyaru Menteng, Monterado Fridman kepada wartawan di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Senin (22/8/2016).
Sesampai di TKP, posisi orangutan itu berada di antara gerombolan pohon kecil. Hal ini memudahkan tim untuk melakukan evakuasi.
"Proses evakuasi berjalan mudah. Karena memang dia sudah terjebak di pohon gerunggul kecil. Kemudian kami lumpuhkan dengan senjata bius sebanyak dua kali," ungkapnya.
Menurut dia, jika posisi orangutan itu tidak terjebak, besar kemungkinan proses evakuasi akan berjalan alot. Sebab, lanjut dia, orangtutan jantan berusia 6 tahun saja memiliki kekuatan tujuh kali lipat.
"Kalau tidak terjebak, pasti ada perlawanan. Usai 6 tahun saja kekuatan 7 kali lipat. Bayangkan. Apalagi ini 20 tahun," katanya.
Orangutan tersebut rencananya akan dilepasliarkan di Taman Nasional Sebangau pada hari ini. Selain orangutan, pihak BOS juga akan melepasliarkan beruang betina jenis madu berusia 2,5 tahun. Beruang ini disita dari salah satu dosen di Unpar pada 2014 lalu yang kemudian sempat menjalani translokasi di BKSDA.
Monterado melanjutkan, hari ini pihaknya mendapat telephone dari warga Bukit Rawi bahwa ada tiga individu orangutan berada di kebun warga bernama Ogi, persisnya belakang Lapangan Tembak SPN Polda Kalteng.
Kemudian, lanjut dia, pekan lalu juga mendapat telephone dari warga Desa Kalawa, Kabupaten Pulang Pisau, bahwa ada orangutan yang masuk kebun buah-buahnya milik Diwi.
Dengan adanya beberapa laporan itu, ia menduga jika habitat mereka telah terganggu akibat kebakaran hutan dan lahan tahun 2015. "Kami menduga itu karena habitat mereka terganggu akibat kebakaran hutan dan lahan tahun lalu," bebernya.
Selanjutnya, BOS akan berkoordinasi dengan BKSDA Kalteng untuk bagaimana menindaklanjuti laporan warga terkait orangutan yang kini acap masuk ke perkebunan. Sementara orangutan dan beruang yang hendak dilepasliarkan dipastikan dalam kondisi sehat. (BUDI YULIANTO/m)








