PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan atau BIK 2024, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah salah satunya akan diluncurkan program Road to BIK yang berlangsung dari September hingga November yang bertujuan untuk memberikan edukasi keuangan ke berbagai wilayah di Kalteng.

Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan bersinergi bersama Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan atau FKIJK, dan berbagai lembaga jasa keuangan lainnya yang ada di Bumi Tambun Bungai.

"Kita berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah," kata Primandanu dalam keterangan resminya pada Sabtu, 11l2 Oktober 2024.

Primandanu menjelaskan, program Road to BIK mencakup berbagai kegiatan edukasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Edukasi ini menurutnya akan meliputi pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, serta pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

"Kami ingin masyarakat untuk dapat lebih memahami dan memanfaatkan layanan keuangan yang ada," tambahnya.

Selain edukasi, lanjutnya, OJK Kalteng juga menyelenggarakan beberapa lomba untuk meningkatkan literasi keuangan. Salah satunya adalah MANDAU, yang merupakan singkatan dari loMbA koNten eDukAsi keUangan, yang mengajak peserta untuk menciptakan video edukasi singkat tentang pengelolaan keuangan yang baik dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

OJK Kalteng juga mengadakan lomba Pembuatan Poster dan X Banner dengan tema "Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal" demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan judi online.

"Kami ingin masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal," kata Primandanu lagi.

Dengan adanya program Road to BIK, pihaknya berharap inklusi keuangan di Kalteng dapat terus meningkat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong inklusi keuangan yang lebih luas dan merata," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/j)