PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengumumkan pertumbuhan signifikan dalam sektor perusahaan pembiayaan di wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru, jumlah piutang perusahaan pembiayaan per Juli 2024 mencapai Rp8.321,62 miliar, meningkat sebesar Rp514,23 miliar atau 6,59 persen year-on-year atau yoy dari Rp7.807,39 miliar.

Primandanu Febriyan Aziz menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan yang semakin tinggi dari masyarakat dan pelaku usaha terhadap perusahaan pembiayaan di Kalimantan Tengah.

"Kami melihat adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah piutang, yang menunjukkan bahwa sektor ini terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah," kata Danu pada Minggu, 13 Oktober 2024.

Selain itu, Primandanu juga menyoroti tingkat Non-Performing Financing atau NPF yang berada pada angka 2,91 persen. Menurutnya, angka ini masih dalam batas yang wajar dan menunjukkan bahwa kualitas kredit di sektor perusahaan pembiayaan tetap terjaga dengan baik.

"Tingkat NPF yang rendah ini mencerminkan manajemen risiko yang efektif dari perusahaan pembiayaan di wilayah kami," tambahnya.

--page

OJK Kalimantan Tengah terus berupaya untuk mendukung pertumbuhan sektor jasa keuangan melalui berbagai program dan inisiatif. Salah satunya adalah dengan meningkatkan literasi keuangan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan perlindungan kepada konsumen agar mereka dapat memanfaatkan layanan keuangan dengan bijak," jelas Danu.

Primandanu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan," tegasnya.

Dengan pertumbuhan yang positif ini, OJK Kalimantan Tengah optimis bahwa sektor perusahaan pembiayaan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Kalimantan Tengah.

"Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)