BORNEONEWS, Sampit - Perairan Sungai Mentaya dianggap rawan sebagai jalur penyelundupan narkoba, apalagi banyaknya pelabuhan baik yang berizin maupun ilegal.

Walaupun begitu, jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya (KPM) tetap siap melakukan antisipasi peredaran tersebut. Khususnya di dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Sampit, dan Pelabuhan Bagendang.

“Setiap ada gerak gerik mencurigakan akan kami periksa, dan tentunya bantuan masyarakat untuk tidak segan melaporkan bila ada melihat atau menemukan brang haram tersebut,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek KPM AKP Rizky Hidayat, saat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah angkutan yang turun dari kapal di Pelabuhan Sampit, Selasa (30/8/2016).

Memang selama ini, kata Rizky, pihaknya belum menemukan indikasi penyelundupan narkoba dari laut yang dibawa oleh kapal penumpang atau kapal angkutan barang.

Namun hal itu tidak dapat dipastikan bahwa jalur laut aman dari peredaran barang haram tersebut.

“Kami belum memiliki alat pendeteksi ada­nya barang haram tersebut, sehingga kesulitan menemukan peredaran narkoba lewat jalur air,” kata Rizky.

Apalagi modus sindikat sangat beragam, kebanyakan pelaku menyelundupkan narkoba dengan cara yang tidak lazim. Mereka membawa barang tersebut tidak hanya ditaruh di sebuah pakaian atau bungkus rokok, namun melalui paket barang yang dibawa di dalam truk yang diangkut kapal. 

Selain hal itu, kepolisian juga mengantisipasi adanya masuk barang-barang ataupun kendaraan bodong hasil curian.

“Pelabuhan memang sering digunakan bagi oknum-oknum pencurian untuk mengirim barang hasil mereka beraksi, sehingga dengan itulah kami perketat penjagaan dan pemeriksaan,” ungkap Rezky. (M HAMIM/m)