BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya melaporkan bahwa hingga Oktober 2024, vaksinasi rabies baru mencapai sekitar 3.000 ekor Hewan Penular Rabies atau HPR dari total populasi 10.000 ekor.
Capaian ini masih jauh dari target yang ditetapkan, yaitu 80 persen dari populasi HPR yang diharapkan tercapai pada Desember 2024.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno menyatakan bahwa upaya vaksinasi terus dilakukan secara intensif.
"Kami terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi rabies. Saat ini, kami telah mencapai sekitar 30 persen dari populasi HPR, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi," kata drh Ganjar pada Kamis, 17 Oktober 2024.
Menurut drh Ganjar, salah satu kendala utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi rabies.
"Banyak pemilik hewan yang belum menyadari betapa pentingnya vaksinasi ini untuk mencegah penyebaran rabies. Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," tambahnya.
Selain itu, Ganjar juga mengungkapkan bahwa keterbatasan sumber daya dan tenaga medis menjadi tantangan tersendiri.
"Kami membutuhkan lebih banyak tenaga bantuan karena yang ada sekarang vaksinator kita ini kurang dari 20 orang untuk menangani vaksin di seluruh Palangka Raya," jelasnya.
DPKP Kota Palangka Raya telah merencanakan beberapa strategi untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, termasuk mengadakan vaksinasi massal di berbagai lokasi strategis dan bekerja sama dengan organisasi masyarakat.
"Kami berharap dengan langkah-langkah ini, kami dapat mencapai target 80 persen pada akhir tahun ini," kata Ganjar.
Dengan upaya yang terus dilakukan, diharapkan kasus rabies di Kota Palangka Raya dapat ditekan dan masyarakat dapat hidup lebih aman dari ancaman penyakit yang mematikan ini. (TESTI PRISCILLA/H)









