BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan debat publik kedua Pilkada Kapuas 2024 yang digelar di studio Metro TV, Jakarta, Rabu malam, 13 November 2024.

Debat ini mengangkat tema “Membangun Kapuas sebagai Penyangga Ibu Kota Nusantara” dan disiarkan langsung dengan menghadirkan seluruh pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kapuas.

Dalam debat tersebut, enam subtema yang relevan dengan tema besar telah dirumuskan oleh tim perumus dan panelis. Memasuki segmen kedua, setiap paslon mengambil bola pertanyaan secara acak. 

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas nomor urut satu, HM Wiyatno dan Dodo, mendapat pertanyaan terkait strategi yang akan mereka terapkan untuk menjamin stabilitas harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat.

HM Wiyatno menjelaskan bahwa strategi utama mereka adalah melakukan pemetaan terhadap daerah pertanian di Kapuas. 

Wiyatno memaparkan bahwa daerah-daerah pertanian di Kapuas terbagi menjadi tiga tipe pasang surut, yaitu Tipe A, Tipe B, dan Tipe C.

 "Tipe A adalah wilayah yang dapat dialiri air saat pasang besar maupun pasang kecil, Tipe B hanya saat pasang besar, sementara Tipe C tidak dapat dialiri baik pasang besar maupun kecil," kata Wiyatno.

Setelah pemetaan dilakukan, Wiyatno menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing tipe. 

“Untuk daerah pasang surut, kami mengalokasikan Tipe A untuk pertanian tanaman pangan, Tipe B untuk hortikultura, dan untuk wilayah non-pasang surut akan menjadi prioritas pengembangan perkebunan,” ujarnya.

Mengenai stabilitas harga, Wiyatno menegaskan pentingnya koordinasi dengan Bulog untuk penetapan harga dasar serta komunikasi dengan perbankan guna memastikan harga di daerah tetap terkendali. 

“Kami akan menetapkan harga dasar bagi tanaman pokok dan tanaman pendukung,” ucapnya. Sementara itu, Dodo menambahkan bahwa selain pemetaan dan pengendalian harga, mereka juga akan fokus pada penyediaan sarana dan prasarana pertanian. 

“Kami akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, termasuk perluasan lahan melalui cetak sawah baru,” ungkapnya.

Dengan pemaparan tersebut, pasangan Wiyatno dan Dodo menegaskan komitmen mereka dalam menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat di Kabupaten Kapuas, melalui strategi yang berfokus pada pemetaan lahan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. (DODI/R)