BORNEONEWS, Kapuas - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mencanangkan program Kapuas Bebas Kumuh 2019. Program Nasional yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 itu, diimplementasikan dengan target terciptanya kota bebas kumuh pada 2019. Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat, Wakil Bupati Kapuas, H Muhajirin dan Sekda Kapuas, Rianova, Launching Program Penanganan Permukiman Kumuh, di Aula Kantor Beppeda Kapuas, Kamis (8/9/2016).
"Perlu koordinasi semua elemen, pemerintah daerah dan masyarakat untuk sama-sama menyatukan visi, agar Kota Kuala Kapuas bebas kumuh. Kita harus memperhatikan kebersihan tidak hanya di sunggai tapi juga di pinggir-pinggir jalan agar tidak terlihat kumuh,” ungkap Bupati Kapuas, Ben Brahim S. Bahat.
Menurut Ben Brahim, NUSP-2 merupakan program penuntasan kawsan kumuh di Kota Kuala Kapuas. Sedikitnya, 300 hektare permukiman kumuh di 8 Kelurahan, 2 desa. Sedangkan cakupan Kabupaten Kapuas kurang lebih 678,05 hektare, bersama-sama memikirkan bagaimana menata dan menjaga Kabupaten Kapaus agar tidak Kumuh.
Untuk mencapai kebersihan dan tidak terjadi situasi kumuh, kata orang nomor satu di Bumi Tingang Mengarang Panunjung Tarung ini, perlu kerja sama semua pihak, masyarakat seperti RT, RW ataupun Satpol PP agar ketertiban dapat terjaga, tidak adanya orang-orang yang berjualan di atas trotoar ataupun parit karena jika lengah sedikit saja hal seperti itu mungkin mengakibatkan banjir.
"Harusnya ada kerja sama dari lapisan bawah sampai ke atas misal RT,RW bahkan Satpol PP.Jangan sampai sudah terbangun baru di suruh bongkar kan kasihan masyarakat,seharusnya sebelum dibangun harus ditegur jangan sampai membangun di atas parit,berjualan di trotoar,dan sepanjang bantaran sungai dan sepadan bahu jalan."tukas mantan Kepala Dinas PU Provinsi Kalteng ini.
Ia juga menerangkan bahwa selain bebas dari kekumuhan Kabupaten Kapuas juga bisa menjadi Kota hijau dengan cara menanam dan merawat pohon yang ada di antara trotowar dan pagar rumah sehingga jalanan menjadi teduh dan asri sehingga pejalan kaki tidak terganggu saat berjalan di siang hari.
"Kalau tertata dengan rapi,kota menjadi hijau,tentu pejalan kaki lebih di untungkan ketika berjalan kaki karena pohon rindang tidak kepanasan.Kita kembalikan kota Kapuas seprti motto kota AIR(Aman Indah dan Rahma)."tutur nya.
Ben Berharap,dengan adanya progaram ini Wajah Kota Kuala Kapuas benar-benar bebas dari kumuh dimana konsep pembangunan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas,sehinga semua pemukiman tidak lagi membelakangi sungai namun menghadap sungai.Sehingga aktivitas mandi cuci dan buang air besar tidak lagi di sungai.
"Saya sangat berharap 20 tahun ke depan Kapuas benar-benar menjadi kota Front City, harus mulai sekarang. Jangan sampai sudah berdiri bangunan-bangunan liar baru dibongkar, nantinya repot untuk menata kota. Mari bahu-membahu untuk Kabupaten Kapuas bebas dari kawasan permukiman kumuh."terangnya.
Sebelumnya disampaikan laporan oleh yang Maria Susana Natalestari Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kapuas,bahwa kegiatan yang bertemakan Kapuas menuju Tuntas Kumuh itu meliki tujuan seperti peningkatan kualitas pemukiman serta perkembangan pemukiman baru.
“Untuk menuntaskan kumuh perlu kerja sama dengan seluruh masyarakat sehingga kumuh dapat tuntas dari Kabupaten Kapuas,” terangnya.
Masih ditempat yang sama dilakukan penyerahan surat keputusan penerima manfaat dan buku tabungan oleh Bupati Kapuas kepada 10 BKM Program NUSP-2, satu KSM Program TPS-3R dan satu KSM Program SANIMAS. (DJEMMY NAPOLEON/N).








