SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sedang menelusuri dugaan tindakan seorang guru yang mengeluarkan siswa dari ruang ujian penilaian sumatif akhir hanya karena masalah rambut. Dugaan tersebut mencuat setelah seorang orang tua siswa mengunggah keluhan di media sosial.

"Saat ini kami masih menelusuri kronologis kejadian tersebut. Awalnya, kami menerima informasi dari postingan di media sosial yang menyebutkan adanya siswa yang dikeluarkan saat ujian. Setelah ditelusuri, ternyata kejadian ini terjadi di salah satu sekolah di Kecamatan Baamang. Saat ini, tim kami sedang berada di sekolah untuk melakukan investigasi," kata Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Senin, 2 Desember 2024.

Ia menambahkan, karena informasi yang beredar baru berasal dari satu pihak, pihaknya perlu menggali keterangan dari berbagai sudut pandang, termasuk dari guru, sekolah, dan siswa terkait.

"Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak. Setelah investigasi selesai, hasilnya akan kami sampaikan laporannya," ujarnya.

Dugaan ini mencuat setelah seorang pengguna Facebook dengan akun Omeh Abizar mengunggah keluhan tentang perlakuan seorang guru terhadap anaknya. Dalam unggahan tersebut, ia menyayangkan tindakan guru yang dianggap tidak adil dan meminta pihak Dinas Pendidikan Kotim untuk mengambil tindakan tegas.

--page

"Kami Dinas Pendidikan akan mengambil langkah tegas sesuai hasil investigasi," pungkasnya.

Berikut tulisan postingan tersebut:

Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur

Prapti Budiastuti 

Sungguh tidak adil,cuma gara2 rambut seperti ini,malah di keluarkan gak boleh ikut ulangan.. 

Kalo pun iya peraturan sekolah harus pendek kaya tentara..harus nya jgn di keluarkan 

Cukup beri tau org tua nya 

Aku tidak pernah Tunggak bayar komite atau sumbangan2 sekolah...anak ku pun Alhamdulillah tidak makan 

Dan aneh nya,ada anak yg rambut nya lebih brantakan tp bisa z ikut ulangan.. 

Kecewa sangat2 kecewa,sampai gemetar badang menahan kekecewaan 

#jangkauanluas 

#semuaorg 

#pengikut 

#dinaspendidikan 

(DEWI PATMALASARI/Y)