PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan pelatihan bagi Petugas Survey Literasi dan Inklusi Keuangan. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Best Western, Kota Palangka Raya seperti dalam rilis yang Borneonews terima pada Selasa, 3 Desember 2024.

Pelatihan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, dan Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz. Selain itu, Instruktur Nasional, Elisamarta Rotua Sibagariang, juga turut hadir untuk memberikan materi pelatihan. Peserta pelatihan terdiri dari 12 orang yang berasal dari Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya. Masing-masing terdiri dari 3 Petugas Pemeriksa Lapangan atau PML dan 9 Petugas Pendata Lapangan atau PPL.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi penting. Salah satu materi yang disampaikan adalah pengenalan OJK dan Lembaga Jasa Keuangan oleh Noor Bima Haru Kurniawan, Pengawas Junior Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai peran dan fungsi OJK serta lembaga jasa keuangan di Indonesia.

Selain itu, Elisamarta Rotua Sibagariang, Instruktur Nasional BPS Provinsi Kalimantan Tengah, memberikan pembekalan kepada petugas lapangan. Pembekalan ini mencakup teknik-teknik survei yang efektif dan cara-cara untuk memastikan data yang dikumpulkan akurat dan dapat diandalkan. Hal ini sangat penting untuk keberhasilan SNLIK 2025.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya OJK dan BPS untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia," kata Primandanu.

--page

Dengan adanya pelatihan ini, lanjut Primandanu, diharapkan para petugas survei dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih baik dan profesional, sehingga hasil survei dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai tingkat literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen OJK dan BPS dalam mendukung program-program literasi dan inklusi keuangan.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara kedua lembaga ini, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah dapat lebih memahami dan memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)