BORNEONEWS, Sampit – Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), I Gede Sukadana mengungkapkan bahwa Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang tidak akurat berpotensi menghambat perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
"Misalnya, ada sekolah yang butuh perbaikan atau rehabilitasi, tapi data di Dapodik menunjukkan kondisi kelas masih baik-baik saja, ini membuat proses pengusulan dana untuk perbaikan sekolah menjadi terhambat," katanya, Senin, 9 Desember 2024.
Dijelaskan, data Dapodik merupakan sumber utama untuk menentukan alokasi dana APBN untuk pendidikan. Jika data yang dimasukkan tidak akurat, maka alokasi dana pun tidak akan tepat sasaran.
Ia mencontoh,terdapat sekolah yang sebenarnya membutuhkan perbaikan misalnya, kerusakan kelas yang memerlukan perbaikan, namun dilaporkan oleh operator dalam proposal usulan dengan kondisi yang baik-baik saja. Hal ini menyebabkan alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran.
Salah satu penyebab ketidakakuratan data Dapodik adalah kurangnya pemahaman dan pendampingan bagi operator Dapodik. Kebanyakan operator Dapodik di sekolah adalah tenaga honorer yang mungkin memiliki keterbatasan dalam memahami sistem Dapodik.
--page
"Operator Dapodik ini kebanyakan tenaga honorer, sehingga perlu ada pendampingan dari kepala sekolah agar data yang dimasukkan akurat," ujarnya.
Menurutnya, jika data Dapodik akurat, Pemkab Kotim bisa mendapatkan bisa mendapatkan dana APBN yang lebih besar untuk perbaikan sekolah. Sehingga, dana pendidikan dari APBD bisa saja dimanfaatkan untuk pembangunan lainnya.
Disdik Kotim berharap agar kepala sekolah dan operator Dapodik dapat bekerja sama untuk meningkatkan keakuratan data di Dapodik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa dana pendidikan dapat dialokasikan secara tepat sasaran dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kotim.
"Oleh sebab itu, sekolah harus memperhatikan penginputan data agar pendidikan kita bisa mendapatkan fasilitas yang layak. Selain itu, dengan demikian, kita bisa mengalihkan dana APBD untuk kepentingan lain, seperti peningkatan kesejahteraan ASN," terangnya. (DEVIANA/Y)









