PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah terus berperan aktif dalam mengendalikan inflasi dan mendorong digitalisasi ekonomi daerah.

Sebagai anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), BI Kalimantan Tengah bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog, dan berbagai pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga di provinsi tersebut.

Dalam keterangannya pada Selasa, 10 Desember 2024, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Ardian Pangestu, menyampaikan bahwa kolaborasi ini telah memberikan hasil yang positif dalam pengendalian inflasi.

"Melalui berbagai upaya seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), kebijakan pasar penyeimbang, operasi pasar rutin, hingga kunjungan ke pasar, kami berhasil menjaga inflasi tetap terkendali," ujar Ardian.

Selain itu, BI Kalimantan Tengah juga berperan penting dalam mendorong transformasi digital melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Ardian menjelaskan bahwa pada 2024, seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Tengah telah mendapatkan kategori digital, sebuah langkah signifikan dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

"Ini menunjukkan komitmen kami dalam mempercepat adopsi teknologi di berbagai sektor pemerintahan," tambahnya.

Bank Indonesia Kalimantan Tengah juga terus memperhatikan kebutuhan masyarakat akan Uang Rupiah layak edar. Melalui kegiatan Kas Keliling, BI memastikan ketersediaan uang dalam jumlah dan pecahan yang memadai di masyarakat.

"Kami juga gencar mengadakan sosialisasi mengenai Cinta Bangga Paham Rupiah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan uang negara," jelas Ardian.

Selain itu, BI juga terus memperkuat pemberdayaan ekonomi daerah dengan berbagai program, termasuk pemberdayaan UMKM, pendidikan melalui beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI), serta mendukung sektor pariwisata dan publikasi ekonomi.

"Kami berharap inisiatif ini bisa meningkatkan kapasitas ekonomi dan kualitas SDM di Kalimantan Tengah," ungkap Ardian.

Ardian Pangestu menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, Bulog, dan TPID dalam menjaga stabilitas ekonomi.

"Kerja sama yang baik antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Bank Indonesia Kalimantan Tengah optimis bahwa provinsi ini dapat menghadapi tantangan ekonomi global dan meraih pertumbuhan yang lebih baik di masa depan. (TESTI PRISCILLA/H)