PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, melaporkan perkembangan sektor jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah pada triwulan IV 2024 saat pertemuan dengan awak media, Rabu, 11 Desember 2024 sore.

Salah satu perhatian utama adalah peningkatan kredit/pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Loan yang disingkat NPL yang terjadi di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" ini.

Pada September 2022, NPL di Kalimantan Tengah tercatat sebesar 1,29 persen. Angka ini mengalami peningkatan menjadi 1,34 persen pada September 2023, dan kembali naik menjadi 1,59 persen pada September 2024.

"Peningkatan NPL ini menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan kredit di sektor perbankan," ujar Primandanu.

Meskipun demikian, sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah tetap menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa aspek lainnya. Total aset bank umum di provinsi ini mengalami peningkatan sebesar 16,59 persen, dari Rp71,38 triliun pada September 2023 menjadi Rp83,22 triliun pada September 2024.

"Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan yang sehat dan stabil dalam sektor perbankan," tambah Primandanu.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga atau DPK juga mengalami peningkatan sebesar 19,11 persen, yakni dari Rp38,87 triliun pada September 2023 menjadi Rp46,30 triliun pada September 2024. Angka kredit juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 9,40 persen, dari Rp45,26 triliun pada September 2023 menjadi Rp49,51 triliun pada September 2024.

Primandanu Febriyan Aziz menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah.

"Kami akan terus memantau dan mengawasi perkembangan sektor ini untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan stabil. Langkah-langkah strategis akan terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan sektor jasa keuangan di Kalteng," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)