BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan kesiapannya untuk menghadapi revisi Kurikulum Merdeka. Pihaknya akan terus memantau perkembangan revisi dan menyiapkan sosialisasi serta pelatihan bagi para guru untuk memastikan transisi yang mulus.
“Kami berharap revisi ini tidak mengubah esensi dari Kurikulum Merdeka yang memberikan kebebasan belajar. Namun, tentu harus ada perbaikan yang memperhatikan kondisi sekolah di daerah seperti Kotim,” kata, Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah melalui Kasi Peserta Didik SMP Ikram Muhajir, Selasa, 24 Desember 2024.
Ikram menekankan bahwa pemerintah daerah siap menyesuaikan kebijakan dan anggaran pendidikan untuk mendukung implementasi kurikulum yang baru.
“Kita siap menyesuaikan jika ada perubahan, tapi sementara ini fokus kita adalah melanjutkan apa yang sudah berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sejak penerapan Kurikulum Merdeka, sekolah-sekolah di Kotim telah mulai mengadopsi pembelajaran berbasis proyek yang lebih aplikatif. Program seperti Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) telah membantu siswa mengembangkan keterampilan kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas.
--page
“Kami ingin memastikan bahwa setiap revisi kurikulum tetap mendukung transformasi pendidikan yang sedang berlangsung. Kurikulum harus menjadi alat untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Ikram.
Dinas Pendidikan Kotim optimistis bahwa implementasi Kurikulum Merdeka maupun revisinya dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga mendukung visi mencetak generasi emas menuju Indonesia maju 2045.
"Revisi Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menjawab tantangan dan kebutuhan pendidikan di masa depan, khususnya di daerah seperti Kotim," harapnya. (DEVIANA/Y)









