PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana atau APERD di Kalimantan Tengah, baik perorangan maupun institusi, terus mengalami peningkatan positif setiap tahunnya. Namun, hal ini tidak sejalan dengan nilai penjualannya yang mengalami penurunan sebesar Rp6,34 miliar atau negatif 36,37 persen year-on-year atau yoy, dari Rp14,67 miliar menjadi Rp8,33 miliar.

"Peningkatan jumlah nasabah menunjukkan adanya minat yang tinggi terhadap produk investasi, meskipun nilai penjualannya menurun," ujar Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz pada Jumat, 27 Desember 2024,

Primandanu menjelaskan bahwa penurunan nilai penjualan ini dapat disebabkan oleh adanya diversifikasi produk investasi atau pengalihan instrumen investasi ke instrumen lainnya yang mengikuti perkembangan dan ekonomi global.

"Diversifikasi produk investasi merupakan strategi yang umum dilakukan oleh investor untuk mengurangi risiko," tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa investor di Kalimantan Tengah semakin cerdas dalam mengelola portofolio investasi mereka.
Selain itu, Primandanu juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi mengenai produk investasi kepada masyarakat.

--page

"Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat," jelasnya.
Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai produk investasi yang tersedia dan membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Primandanu juga mengungkapkan bahwa OJK Kalimantan Tengah akan terus mendukung pertumbuhan jumlah nasabah APERD melalui berbagai program dan kebijakan yang mendukung.

"Kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan," katanya.

Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Dengan adanya peningkatan jumlah nasabah APERD ini, diharapkan sektor investasi di Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

"Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, sektor investasi di Kalimantan Tengah akan terus tumbuh," tutur Primandanu Febriyan Aziz.

Secara keseluruhan, meskipun nilai penjualan mengalami penurunan, peningkatan jumlah nasabah APERD menunjukkan adanya potensi besar dalam sektor investasi di Kalimantan Tengah.

"Kami berharap upaya ini dapat membantu meningkatkan nilai investasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," pungkas Primandanu. (TESTI PRISCILLA/Y)