BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa secara year on year, layanan ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 mengalami penurunan sebesar 40,02 persen dibandingkan dengan Oktober 2023.
"Nilai ekspor turun dari US$95,30 juta pada Oktober 2023 menjadi US$57,16 juta pada Oktober 2024," kata Agnes pada Jumat, 27 Desember 2024.
Penurunan ini menurutnya mencerminkan adanya tantangan yang signifikan dalam sektor ekspor di Kalimantan Tengah.
Secara kumulatif, jika dibandingkan dengan periode Januari-Oktober 2023, terjadi penurunan layanan ekspor melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah pada Januari-Oktober 2024 sebesar US$234,56 juta atau turun 30,01 persen.
"Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup besar dalam aktivitas ekspor di wilayah ini," tambah Agnes.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor ekspor menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi.
Penurunan ini diakibatkan oleh menurunnya aktivitas ekspor pada ketiga sektor utama, yaitu sektor pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan.
"Ketiga sektor ini mengalami penurunan yang signifikan dalam nilai ekspor, yang berdampak pada keseluruhan nilai ekspor di Kalimantan Tengah," jelas Agnes.
Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produk ekspor dari ketiga sektor tersebut.
Agnes Widiastuti menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur dan layanan di pelabuhan-pelabuhan utama untuk mendukung aktivitas ekspor.
Dengan adanya penurunan nilai layanan ekspor ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas ekspor Kalimantan Tengah di pasar internasional. (TESTI PRISCILLA/H)









