PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak awal tahun hingga November 2024, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah telah melaksanakan 96 kegiatan yang berfokus pada edukasi dan pelindungan konsumen.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan melindungi konsumen dari praktik keuangan yang tidak sehat.
Dari 96 kegiatan tersebut, 65 di antaranya adalah kegiatan edukasi keuangan. Kegiatan ini meliputi sosialisasi pelindungan konsumen kepada pelaku UMKM pada acara Gebyar UMKM di Kabupaten Sukamara, implementasi pasca inkubasi desa Ekosistem Keuangan Inklusif atau EKI di Desa Lalang, serta pelatihan petugas Survei Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK 2025 di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan edukasi keuangan yang komprehensif kepada masyarakat," ujar Primandanu pada Jumat, 27 Desember 2024.

Selain itu, OJK Kalteng juga telah melaksanakan 11 kegiatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD. Kegiatan ini termasuk pelaksanaan coaching clinic dan capacity building triwulan III Tahun 2024.

"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat di daerah," tambah Primandanu.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran publik, OJK Kalteng juga melaksanakan 14 kegiatan kehumasan, kemitraan, dan publikasi. Kegiatan ini mencakup media update triwulan III mengenai perkembangan sektor jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Transparansi dan komunikasi yang baik dengan publik adalah kunci untuk membangun kepercayaan," kata Primandanu.

OJK Kalteng juga aktif dalam kegiatan Satgas PASTI, dengan melaksanakan 6 kegiatan, termasuk Rapat Koordinasi dan Pengukuhan Satgas PASTI Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan lainnya meliputi edukasi dan pengelolaan keuangan serta waspada aktivitas keuangan ilegal kepada pelajar dan mahasiswa di Palangka Raya, bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Tengah.

"Kami ingin memastikan bahwa generasi muda juga mendapatkan edukasi yang tepat mengenai keuangan," jelas Primandanu.

Dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, OJK Kalteng berharap dapat terus meningkatkan literasi keuangan dan melindungi konsumen di Kalimantan Tengah.

"Kami akan terus berupaya untuk memberikan edukasi dan pelindungan yang terbaik bagi masyarakat," tutur Primandanu lagi. (TESTI PRISCILLA/H)