BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Lomba Pembuatan Buku Saku Literasi Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto atau IAKD.
"Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Kalimantan Tengah mengenai produk-produk IAKD, khususnya yang terkait dengan aset kripto," kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz pada Selasa, 31 Desember 2024.
Dalam lomba ini, peserta diharapkan dapat menyusun buku saku yang informatif dan mudah dipahami oleh masyarakat umum. Buku saku tersebut harus mencakup berbagai aspek terkait aset kripto, termasuk teknologi yang digunakan, potensi keuntungan, serta risiko yang mungkin dihadapi oleh para investor.
"Dengan adanya buku saku ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan investasi di sektor keuangan digital," kata Primandanu lagi.
OJK Kalteng menekankan pentingnya literasi keuangan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Literasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat untuk memahami produk-produk keuangan digital dan aset kripto, sehingga dapat mengurangi risiko kerugian yang mungkin terjadi.
--page
"Selain itu, literasi keuangan juga akan membantu masyarakat untuk mengenali potensi penipuan yang sering terjadi di dunia digital," katanya.
Lomba ini juga merupakan bagian dari upaya OJK Kalteng untuk mendukung inklusi keuangan di Kalimantan Tengah. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai produk-produk keuangan digital, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan keuangan dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
"OJK Kalteng berharap lomba ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat yang lebih melek teknologi dan keuangan," tuturnya.
Diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan investasi dan memanfaatkan teknologi keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (TESTI PRISCILLA/Y)









