BORNEONEWS, Palangka Raya – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Palangkaraya menggelar tes urine mendadak bagi para pegawainya.
Tes urine ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen LPP dalam mendukung program Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam pemberantasan narkoba.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Tes urine dilakukan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan keaslian hasil dan mencegah manipulasi. Sebanyak lima orang pegawai LPP Kelas IIA Palangkaraya menjalani tes urine yang dilakukan oleh JFT Perawat dan Jajaran Keamanan dan Ketertiban (Kamtib).
Kegiatan ini dimonitor langsung oleh Plh. Kepala Lapas (Kalapas) sekaligus Plh. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Christin Sari.
"Kegiatan ini sengaja kita lakukan secara tiba-tiba untuk mendeteksi dini bagi seluruh pegawai supaya tidak ada yang melakukan penyalahgunaan narkoba di Lapas maupun di lingkungan luar Lapas," tegas Christin Sari, Selasa, 14 Januari 2025.
Tes urine mendadak ini menunjukkan komitmen LPP Palangkaraya dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.
LPP Kelas IIA Palangkaraya berharap dapat mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan jauh dari penyalahgunaan narkoba. Kebersihan lingkungan kerja dari narkoba sangat penting untuk mendukung proses pembinaan narapidana perempuan.
LPP Kelas IIA Palangkaraya akan terus berkomitmen untuk melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
"Tes urine mendadak ini akan menjadi kegiatan rutin untuk memastikan seluruh pegawai tetap bersih dari narkoba dan menjaga citra positif LPP Kelas IIA Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/H)









