BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah melakukan pendataan secara teliti terhadap peserta didik yang akan menjadi penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini akan diuji coba mulai tanggal 20 Januari 2025.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan langsung di lapangan melalui koordinasi dengan masing-masing sekolah.
"Ini agar data yang diperoleh benar-benar valid sesuai kondisi di lapangan sehingga tidak ada yang sampai tertinggal," ujarnya, belum lama ini.
Itu ia sampaikan saat dirinya menghadiri rapat persiapan uji coba MBG di Setda Kotim pada Senin (14 Januari 2025).
Rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Irawati dan Penjabat Sekretaris Daerah Sanggul Lumban Gaol itu untuk memastikan kesiapan semua pihak terkait.
Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kotim diberikan tugas untuk mendata peserta didik di masing-masing satuan pendidikan yang akan menjadi sasaran program MBG.
Yolanda belum bisa menyebutkan jumlah pasti peserta didik yang akan mendapatkan makanan bergizi gratis karena pendataan masih berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menggunakan data dapodik karena data tersebut belum tentu mencerminkan kondisi riil di lapangan.
"Kami memutuskan melakukan pendataan langsung di lapangan agar data yang diperoleh benar-benar akurat. Sehingga Program MBG itu bisa dilakukan secara merata. Kami berharap program pemerintah pusat ini dapat membantu meningkatkan gizi dan kesehatan siswa, serta mendukung proses belajar mengajar yang optimal," harapnya. (DEVIANA/H)









