BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah baru-baru ini melaksanakan Training of Trainers atau ToT yang ditujukan kepada para guru di Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan di kalangan guru, sehingga mereka dapat menyampaikan pengetahuan tersebut kepada siswa dan masyarakat luas," kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz pada Jumat, 24 Januari 2025.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Bupati Kotawaringin Timur yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan literasi keuangan di wilayah tersebut.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur juga turut hadir, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan OJK dalam mencapai tujuan bersama.
Tidak hanya dari pihak pemerintah, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari sektor keuangan.
Pimpinan Bidang Bisnis PT BPD Kalimantan Tengah Cabang Kotawaringin Timur, Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, dan Kepala Area PT Permodalan Nasional Madani Cabang Palangka Raya turut serta dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen sektor keuangan dalam mendukung peningkatan literasi keuangan di masyarakat.
"Salah satu fokus utama dari pelatihan ini adalah pengenalan OJK dan Lembaga Jasa Keuangan atau LJK kepada para guru. Dengan memahami peran dan fungsi OJK serta LJK, para guru diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat kepada siswa dan masyarakat," tutur Primandanu lagi.
Selain itu, pelatihan ini juga mencakup pengetahuan tentang produk dan layanan jasa keuangan yang tersedia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan bijak.
Selain pengenalan OJK dan LJK, pelatihan ini juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal dan investasi ilegal. Para guru diberikan informasi mengenai ciri-ciri pinjaman online ilegal dan bahaya yang dapat ditimbulkan. Dengan pengetahuan ini, diharapkan para guru dapat memberikan edukasi kepada siswa dan masyarakat untuk menghindari jebakan pinjaman online ilegal dan investasi ilegal yang merugikan.
"Terakhir, pelatihan ini juga membahas bahaya judi online yang semakin marak di masyarakat. Para guru diberikan pemahaman mengenai dampak negatif judi online dan cara-cara untuk menghindarinya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam meningkatkan literasi keuangan dan melindungi masyarakat dari berbagai ancaman keuangan yang merugikan," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









