BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Palangka Raya, BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, dan BPS Kabupaten Lamandau telah melaksanakan witnessing Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK tahun 2025.
"Kegiatan ini dilaksanakan di tiga Kabupaten/Kota yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Lamandau," kata Kepala OJK Kaleng, Primandanu Febriyan Aziz dalam rilisnya pada Sabtu, 25 Januari 2025.
Kegiatan witnessing ini kata Primandanu bertujuan untuk memastikan proses pendataan responden yang menjadi sampel dalam SNLIK tahun 2025 berjalan dengan baik dan sesuai prosedur.
"Proses pendataan ini sangat penting untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat diandalkan dalam mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan di masyarakat," jelasnya.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah dan Kepala BPS masing-masing Kabupaten/Kota hadir secara langsung dalam kegiatan witnessing ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam mendukung pelaksanaan SNLIK tahun 2025. Mereka juga berkesempatan untuk melihat langsung bagaimana proses pendataan dilakukan oleh petugas di lapangan.
"Dalam kegiatan witnessing ini, para petugas pendataan melakukan wawancara langsung dengan responden yang telah dipilih sebagai sampel. Wawancara ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan dan pemahaman responden tentang produk dan layanan keuangan, serta tingkat aksesibilitas mereka terhadap layanan keuangan.
"Data yang diperoleh dari SNLIK tahun 2025 akan digunakan untuk menyusun kebijakan dan program yang dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Dengan data yang akurat dan komprehensif, diharapkan kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Primandanu.
Kegiatan witnessing ini merupakan salah satu langkah penting dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan SNLIK tahun 2025. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan survei ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai tingkat literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih baik di masa depan. (TESTI PRISCILLA/H)









