BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
"Kami sudah sering mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan aktivasi IKD. Aktivasi ini hanya bisa dilakukan di kantor Disdukcapil, Mall Pelayanan Publik, atau layanan jemput bola adminduk. Bukan melalui pihak lain," kata Kepala Disdukcapil Kotim, Agus Tripurna Tangkasiang, Jumat, 31 Januari 2025.
Lanjutnya, beberapa masyarakat masih enggan melakukan aktivasi IKD karena khawatir data pribadi mereka disalahgunakan. Namun, ia memastikan bahwa sistem IKD aman selama proses aktivasi dilakukan di tempat resmi Disdukcapil Kotim.
Menurut Agus, tahapan aktivasi IKD dimulai dengan proses swafoto (selfie), yang kemudian dikoneksikan ke server Disdukcapil. Sehingga aktivasi IKD tidak dapat dilakukan di rumah hanya melalui pesan Whatsapp.
"Setelah selfie, sistem akan menghubungkan data ke server kami. Ini proses yang wajib dan tidak bisa dilakukan sembarangan," tambahnya.
--page
Sejak dua tahun terakhir, Disdukcapil Kotim menargetkan 25 persen dari total wajib KTP untuk melakukan aktivasi IKD. Namun, hingga saat ini baru 16 persen yang berhasil diaktivasi.
"Harusnya pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri, bisa menggandeng perbankan, perpajakan, dan instansi lain agar IKD lebih familiar di masyarakat. Karena saat ini, masyarakat masih diminta KTP fisik saat di perbankan atau layanan lainnya," tambah Agus.
Agus menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir untuk mengaktifkan IKD, asalkan prosesnya dilakukan melalui jalur resmi.
"Kami menjamin keamanan data masyarakat selama aktivasi dilakukan di kantor Disdukcapil. Jangan percaya jika ada pihak lain yang menawarkan aktivasi IKD di luar jalur resmi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









