BORNEONEWS, Bandung --  ATLET pegulat Kalteng baru akan tanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, Senin (26/9/2016). Cabor gultat Kalteng hanya menurunkan dua atlet. Di kelas putri, Meilani akan tarung di kelas 58 Kg gaya bebas dan kelas putra mengandalkan Puput Prianbudi di kelas 85 Kg gaya bebas.

"Khusus putri, kita optimistis bisa bersaing dengan provinsi lain, apalagi Meilani dari segi persiapan sudah lumayan matang,” ucap Pelatih Gulat Kalteng, Panahan Silvanus. Optimistis itu tapi bukan berarti meremehkan lawan yang akan dihadapi anak asuhnya.

"Jabar, Kaltim, dan Kalsel patut kami pertimbangkan. Alasanya karena mereka diperkuat pegulat profesional, sedangkan Kalteng mengandalkan atlet debutan," tuturnya. Panahan menuturkan tidak ada yang bisa diprediksi saat pertandingan nanti. Dua pegulat Kaltim memiliki jam terbang tinggi bisa dikalahkan pegulat debutan dari Jatim. “Tetap optimistis karena di lapangan tidak ada yang bisa memprediksi. Pasti akan banyak kejutan,” ucapnya.

Meski bakal menghadapi lawan yang diunggulkan di atas kertas, tapi Meilani dan Puput tidak gentar sedikit pun untuk menghadapi lawan tandingnya. Bahkan keduanya akan tampil maksimal demi mendulang medali. “Kami mohon doa, semoga bisa meraih medali. Yang pastinya bisa membanggakan Kalteng," sebutnya. Panahan menambahkan, pada PON XIX 17-29 September 2016 mengingatkan kenangannya saat pegulat Kalteng pernah berjaya di 1987 dan 1997.

"Almarhum Sukarman juara Sea Games 1987 dan almarhum Wahono juara Sea Games 1997,” kenangnya. Di PON 1996, Kalteng berhasil mendulang 11 medali. "Atas sejarah itulah kami ingin mengembalikan kejayaan gulat Kalteng," tandasnya. (RI/*)