BORNEONEWS, Kinabalu - Gerakan Pramuka bagian dari Komponen Cadangan dalam Sistem Pertahanan Negara di Indonesia. Setiap anggota Pramuka dimanapun berada harus siap digunakan kemampuannya untuk mendukung komponen utama dalam upaya mempertahankan kedaulatan Negara sesuai jenis pekerjaannya. Karena itu, kegiatan Pramuka sangat membantu pemerintah dalam menyiapkan komponen tersebut.
Demikan pengantar pembuka yang disampaikan ILO TNI di Kota Kinabalu, Malaysia, Mayor Kav Jemmy ST. Sitorus, Perwira Kodam XII/Tanjungpura, kepada peserta Upacara Pembukaan Jambore Anak Indonesia di Malaysia (JAIM) ke-3, di Taman Rekreasi Air Panas Tawau, Sabah Malaysia, beberapa waktu lalu.
Dalam rilis Pendam Tanjungpura, Sabtu (24/9/2016), JAIM ke-3 dibuka Firma Agustina, mewakili Konsulat Republik Indonesia di Tawau. Kegiatan ini diikuti 36 CLC (Community Learning Center) setingkat SMP dengan jumlah peserta sebanyak 428 orang dan 72 orang pendamping. Turut juga yang menghadiri acara tersebut adalah Komandan 5/6 Askar Wataniah TDM dan perwakilan Pengakap Sabah.
“Jambore ini merupakan sarana pembinaan generasi muda Indonesia yang berada di Sabah, dengan menitikberatkan pengembangan karakter dan jati diri peserta yang terdiri dari mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat,” kata Ketua Panitia JAIM ke-3, Budi Santoso.
Berbagai macam kegiatan dilakukan selama penyelanggaraan JAIM Ke-3 ini, meliputi perlombaan Teknik Kepramukaan, Out Bond, Pentas Seni dan Budaya serta Ceramah.
ILO TNI Kota Kinabalu, Mayor Kav Jemmy ST. Sitorus dalam ceramah bertema “Ancaman Narkoba Bagi Generasi Muda”, mengatakan realitas penyalahgunaan Narkoba saat ini khususnya di Indonesia sudah tidak bisa dianggap sepele. Terlebih Presiden Joko Widodo sudah menyatakan status Indonesia Darurat Narkoba.
Menurut Jemmy, berbagai langkah pencegahan harus dilakukan oleh semua pihak agar jumlah korban penyalahgunaan Narkoba ini dapat direduksi dari waktu ke waktu. Mengingat, saat ini peredaran Narkoba bukan hanya menyasar remaja dan orang dewasa, namun sudah sampai ke tingkat anak-anak bahkan balita.
"Dalam upaya pencegahan, keluarga memiliki peran sangat strategis untuk membentengi anggota keluarganya dari perilaku penyalahgunaan Narkoba itu. Keluarga harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarganya,” tutur Jemmy.
Ceramah berlangsung menarik, karena penceramah menyampaikan dengan gaya bahasa yang dipahami oleh anak muda sekarang. Apalagi, karena diselingi dengan berbagai games agar para peserta paham betul tentang bahaya Narkoba bagi masa depan mereka. (PENDAM TANJUNGPURA/N).








