PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas inflasi di wilayah tersebut sepanjang 2025. 

"Upaya pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama. BI Kalimantan Tengah berperan aktif dalam pengendalian inflasi melalui berbagai program, termasuk pengembangan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, dan kerja sama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait," katanya, Jumat, 14 Februari 2025. 

Dia berharap, melalui sinergi itu, dapat menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalteng.

Ia juga menginformasikan, penurunan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalteng pada Januari 2025 yang tercatat sebesar 0,28 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan 1,03 persen (yoy) pada bulan sebelumnya, menunjukkan bahwa tekanan inflasi semakin mereda.

"Faktor penyebab penurunan inflasi, turunnya tarif listrik mengurangi beban pengeluaran rumah tangga dan sektor usaha, sehingga memberikan dampak positif terhadap tingkat inflasi secara keseluruhan," ungkapnya.

--page

Selain itu, penurunan harga beberapa komoditas pangan bawang merah, tomat, ikan nila, ikan peda. "Harga komoditas ini mengalami penurunan, kemungkinan karena pasokan yang meningkat atau adanya strategi stabilisasi harga dari pemerintah daerah dan Bank Indonesia," terangnya.

Ia menambahkan, penurunan inflasi ini menandakan bahwa upaya pengendalian harga yang dilakukan, termasuk kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan pasokan pangan serta regulasi tarif listrik, mulai memberikan hasil positif.

"Jika tren ini berlanjut, daya beli masyarakat bisa meningkat, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih stabil dan berkelanjutan," tutupnya. (MARINI/Y)