BORNEONEWS, Lembang - Dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan di Kalimantan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD telah mengimplementasikan program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR di berbagai kota dan kabupaten. Program ini, yang dijalankan hingga tingkat provinsi, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah Kalimantan.
"Hasilnya, jumlah nasabah di Kalimantan meningkat sebanyak 3,48 juta rekening hingga akhir tahun 2024, dengan total nilai penghimpunan dana sebesar Rp1,41 triliun," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman dalam rangkaian kegiatan Media Update dan Sosialisasi IASC bersama Insan Pers se-Kalimantan yang ditutup di Lembang pada Rabu, 26 Februari 2025 malam.
Selain itu, lanjutnya, TPAKD di Kalimantan juga melaksanakan program kerja Ekosistem Keuangan Inklusif atau EKI di enam desa dan Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah atau EPIKS di tujuh pondok pesantren sepanjang tahun 2024.
"Program EKI dan EPIKS ini memperkenalkan serta menghubungkan desa dan pondok pesantren potensial dengan berbagai produk dan layanan jasa keuangan, termasuk produk pinjaman dan simpanan," tuturnya lagi.
Tidak hanya itu, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK bersama stakeholder strategis lainnya di Kalimantan turut andil dalam meningkatkan kesadaran keuangan melalui kegiatan Bulan Inklusi Keuangan atau BIK. Pada bulan Oktober 2024, sebanyak 41 kegiatan BIK telah dilaksanakan dengan total peserta mencapai 21.633 orang. Program ini berhasil menarik minat banyak pihak untuk lebih mengenal berbagai produk dan layanan keuangan.
--page
"Selain Bulan Inklusi Keuangan, OJK juga sukses melaksanakan 297 kegiatan Hari Indonesia Menabung atau HIM yang diikuti oleh total 40.226 peserta. Program HIM ini bertujuan untuk menanamkan budaya menabung sejak dini, serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan bagi masa depan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan masyarakat," tuturnya.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder di Kalimantan menurut Parjiman menjadi kunci sukses pelaksanaan berbagai program ini. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan menunjukkan komitmen kuat dari TPAKD dan OJK dalam mewujudkan inklusi keuangan yang lebih luas di Kalimantan.
"Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan tingkat inklusi keuangan di Kalimantan terus meningkat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai program yang telah dilaksanakan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut berinovasi dan mengimplementasikan program serupa demi tercapainya inklusi keuangan nasional," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









