PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada bulan Desember 2024, kinerja Bank Perkreditan Rakyat atau BPR dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah atau BPRS di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan posisi pada bulan Desember 2023.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa aset, Dana Pihak Ketiga atau DPK, dan kredit/pembiayaan mencatatkan peningkatan yang menggembirakan meskipun tingkat kredit macet juga mengalami kenaikan.

Menurut data yang diberikan oleh OJK Kalimantan Tengah, aset BPR dan BPRS meningkat sebesar Rp0,14 triliun atau 6,04 persen year-on-year atau yoy dari Rp2,31 triliun menjadi Rp2,45 triliun.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya kepercayaan yang terus tumbuh dari masyarakat terhadap layanan perbankan di daerah Kalteng," kata Primandanu kepada Borneonews pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Selain itu, katanya, Dana Pihak Ketiga atau DPK juga mencatat pertumbuhan yang cukup baik, yaitu sebesar Rp0,09 triliun atau 6,57 persen yoy dari Rp1,34 triliun menjadi Rp1,43 triliun.

--page

"Peningkatan DPK ini menggambarkan peningkatan minat masyarakat untuk menyimpan dananya di BPR dan BPRS," katanya.

Di sisi lain, kredit atau pembiayaan yang disalurkan oleh BPR dan BPRS juga mengalami peningkatan sebesar Rp0,15 triliun atau 7,74 persen yoy dari Rp1,84 triliun menjadi Rp1,99 triliun. Meskipun demikian, tingkat kredit macet atau Non-Performing Loan atau NPL dan Non-Performing Financing atau NPF juga mengalami peningkatan sebesar 1,47 persen yoy dari 2,98 persen menjadi 4,45 persen.

Primandanu Febriyan Aziz menilai bahwa peningkatan kredit macet ini masih dalam batas toleransi yang dapat diterima, namun tetap menjadi perhatian untuk menjaga stabilitas sektor perbankan.

"OJK Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan ini dan berupaya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan tingkat NPL/NPF agar tidak mengganggu kinerja perbankan secara keseluruhan," katanya.

Dengan pencapaian ini, diharapkan BPR dan BPRS di Kalimantan Tengah dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan layanan perbankan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Kami optimis bahwa sektor perbankan di Kalimantan Tengah akan semakin kuat dan mampu menghadapi tantangan yang ada," tutur Primandanu. (TESTI PRISCILLA/Y)