BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas periode 2025-2030, H.M. Wiyatno, menyampaikan visi dan misi pemerintahannya dalam Rapat Paripurna DPRD Kapuas yang digelar pada Senin, 3 Maret 2025.
Dalam pidatonya, ia menekankan sejumlah program prioritas yang akan segera dijalankan.
Wiyatno mengungkapkan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Kapuas, Dodo, akan bekerja secara maksimal dengan jajaran SOPD untuk memastikan program-program berjalan sesuai rencana.
"Untuk kita akan bekerja secara marathon dengan SOPD, mengatur jadwal agar semua berjalan baik, terutama karena bertepatan dengan bulan Ramadan," ujarnya.
Bupati Wiyatno menggambarkan Kapuas sebagai sebuah orkestra besar yang harus dimainkan dengan harmoni.
"Keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekuatan. Kita bisa menciptakan simfoni yang indah jika semua unsur bekerja sama. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan demi Kapuas yang lebih baik," ucapnya.
Dirinya memperkenalkan konsep Kapuas Bersinar (Berdaya Saing, Sejahtera, Indah, Aman, dan Religius) sebagai arah pembangunan Kabupaten Kapuas hingga 2030.
--page
"Kami tidak hanya ingin membangun Kapuas, tetapi juga memberdayakan masyarakatnya. Kapuas harus menjadi daerah yang maju secara ekonomi, adil dalam pemerintahan, kuat dalam budaya, dan sejahtera dalam kehidupan," ujarnya.
Untuk mencapai tujuan itu, ia merancang empat pilar utama pembangunan. Pertama; transformasi Sosial – Meningkatkan kualitas SDM yang bermartabat, berbudaya, dan religius. Kedua; transformasi Ekonomi – Membangun ekonomi yang adil, produktif, dan berdaya saing. Ketiga; transformasi Ekologi – Mengelola sumber daya alam, lingkungan, dan infrastruktur secara berkelanjutan dan keempat; adalah, transformasi Tata Kelola – Mewujudkan pemerintahan yang baik, terencana, dan inovatif.
Dari visi tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan 23 program unggulan, di antaranya peningkatan pendidikan dan layanan kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Penyediaan air bersih yang merata.
Bantuan bibit dan sarana produksi pertanian untuk mendorong ketahanan pangan. Penguatan balai latihan kerja guna mencetak tenaga kerja siap saing, Percepatan pembangunan Kawasan Industri Pelabuhan Batangjung dan food estate, Program bebas stunting, Penambahan alokasi dana desa, serta Pembangunan desa berbasis kewirausahaan, konservasi, dan pariwisata. (DODI/Y)









