BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Plh Karo Ekonomi Setda Provinsi Kalteng, Fanny Kartika Octavianti menghadiri Penyampaian Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kalteng, yang diselenggarakan di Ruang Rapat Vicon BPS Kalteng, pada hari Senin, 3 Maret 2025.

Memimpin kegiatan, Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa pada bulan Februari 2025, Provinsi Kalimantan Tengah secara month-to-month atau m-to-m mengalami deflasi sebesar 0,46 persen.

“Namun, secara year on year atau y-on-y terjadi inflasi sebesar 0,28 persen dan secara tahun kalender atau y-to-d tercatat deflasi sebesar 1,00 persen,“ kata Agnes.

Sementara itu Fanny mengonfirmasi bahwa Provinsi Kalimantan Tengah memang sedang mengalami deflasi.

“Beberapa hari yang lalu kami telah melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke pasar untuk memantau harga bahan pokok,“ kata Fanny diwawancarai usai kegiatan.

Menurut Fanny, hasil sidak menunjukkan bahwa harga bahan pokok saat ini masih stabil. Namun, pihak Pemprov Kalteng terus mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan harga, terutama untuk daging ayam ras menjelang bulan Ramadan.

“Ini harus kita lakukan dengan tujuan agar kebutuhan masyarakat tetap terjangkau selama periode tersebut yang biasanya diikuti dengan lonjakan permintaan,“ katanya lagi.

Dengan adanya informasi yang disampaikan pada konferensi pers tersebut menurut Fanny diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi perekonomian di Kalimantan Tengah.

“Pemerintah Provinsi Kalteng juga terus melakukan upaya untuk menjaga kestabilan harga barang dan mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mempengaruhi perekonomian daerah,“ tuturnya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)