BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama periode Ramadan dan Idul Fitri, layanan penukaran uang rupiah rusak, cacat, serta uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran di loket Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng akan ditutup sementara. Layanan ini akan dibuka kembali pada 8 April 2025.
"Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang dengan kategori tersebut, disarankan untuk menyesuaikan jadwal agar tidak mengalami kendala," ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias, Selasa, 4 Maret 2025.
Kata Yuliansah penukaran uang rusak memiliki manfaat bagi masyarakat dan stabilitas ekonomi. Uang rusak masih bisa ditukar dengan uang baru yang layak edar, sehingga masyarakat tidak mengalami kerugian.
Sebab uang yang rusak seringkali tidak diterima dalam transaksi, sehingga menukarkannya memastikan uang tetap dapat digunakan.
Pihaknya dari BI Perwakilan Kalteng, tetap menjamin hak masyarakat untuk menukar uang rusak sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Uang yang rusak atau tidak layak edar dapat digantikan dengan uang baru yang lebih baik, sehingga transaksi tetap lancar," bebernya.
Walaupun saat ini katanya, penukaran uang rusak di loket BI Perwakilan Kalteng ditutup sementara selama Ramadan dan Idul Fitri, sembari menyesuaikan intruksi keputusan BI pusat. (MARINI/H)









