BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengumumkan perkembangan positif di sektor Pasar Modal. Hingga akhir tahun 2024, jumlah investor saham yang terdaftar mengalami peningkatan signifikan.
Menurut laporan Primandanu, jumlah investor saham yang terdaftar melalui Single Investor Identification atau SID meningkat dari 97.338 pada Desember 2023 menjadi 106.681 pada Desember 2024.
"Data kita itu per tiga bulanan jadi data terbaru kita adalah yang di bulan Desember 2024. Pertumbuhan ini mencapai 9,60 persen year-on-year (yoy), mencerminkan minat dan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap investasi di pasar modal," kata Primandanu pada Kamis, 6 Maret 2025.
Primandanu menekankan bahwa peningkatan jumlah investor saham merupakan hasil dari berbagai upaya edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh OJK.
"Masyarakat semakin sadar akan pentingnya investasi di pasar modal. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan sosialisasi yang kami lakukan mulai membuahkan hasil," ujarnya.
--page
Perkembangan teknologi digital juga memiliki peran penting dalam memudahkan masyarakat untuk berinvestasi. Menurut Primandanu, teknologi memungkinkan investor untuk melakukan transaksi dan memantau perkembangan investasi mereka secara real-time.
"Dengan adanya teknologi, masyarakat dapat lebih mudah dan cepat dalam berinvestasi," tambahnya.
OJK Kalteng juga mencatat adanya peningkatan jumlah perusahaan yang terdaftar di pasar modal. Hingga Desember 2024, beberapa perusahaan baru telah melakukan initial public offering (IPO), yang diharapkan dapat mendorong perkembangan pasar modal di Kalteng dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah.
Di akhir pernyataannya, Primandanu mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berinvestasi di pasar modal.
"Investasi di pasar modal merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk terus belajar dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada di pasar modal," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









