BORNEONEWS, Palangka Raya - Pertumbuhan jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana atau APERD di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Masyarakat, baik perorangan maupun perusahaan, semakin tertarik dengan produk investasi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Primandanu Febriyan Aziz, Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah.
Primandanu mengungkapkan bahwa peningkatan ini sejalan dengan kenaikan nilai penjualan produk APERD, yang tumbuh sebesar Rp7,32 miliar atau 121,25 persen year-on-year (yoy).
"Penjualan tersebut naik dari Rp6,03 miliar menjadi Rp13,35 miliar, yang mencerminkan respons positif masyarakat terhadap produk investasi yang ditawarkan," kata Primandanu pada Kamis, 6 Maret 2025.
Menurut Primandanu, bertambahnya nasabah dan meningkatnya penjualan produk APERD disebabkan oleh diversifikasi produk investasi dan pengalihan instrumen investasi. Masyarakat kini lebih peka terhadap perkembangan dan kondisi ekonomi global, sehingga lebih fleksibel dalam memilih instrumen investasi.
Ia juga menekankan peran OJK dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat dan risiko investasi. Semakin beragamnya pilihan produk investasi membuat nasabah lebih hati-hati dan selektif dalam mengambil keputusan investasi. OJK berkomitmen untuk mendampingi masyarakat agar memahami investasi demi keamanan dan keuntungan optimal.
--page
"Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Primandanu mengajak para investor untuk tetap optimis dan terus berinovasi. Edukasi yang tepat dan strategi investasi yang baik diharapkan dapat menjaga pertumbuhan positif ini, memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah," tutur Primandanu.
Primandanu mengapresiasi agen penjual yang berhasil menarik minat masyarakat terhadap produk reksa dana. Dengan kerjasama yang baik antara OJK, agen penjual, dan nasabah, diharapkan dapat tercipta iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/Y)









