BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor Perusahaan Pembiayaan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan jumlah piutang pada akhir tahun 2024. Berdasarkan data terbaru, jumlah piutang pada sektor ini mengalami penurunan sebesar Rp0,22 miliar atau 2,73 persen secara year-on-year atau yoy.
"Piutang yang sebelumnya mencapai Rp8,34 triliun pada Desember 2023, kini turun menjadi Rp8,12 triliun pada Desember 2024," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz pada Selasa, 11 Maret 2025.
Penurunan ini menjadi perhatian penting bagi para pelaku industri dan regulator, mengingat perusahaan pembiayaan memegang peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
"Meski terjadi penurunan, tingkat Non-Performing Financing atau NPF tetap berada pada angka yang dapat diterima, yakni sebesar 1,79 persen," katanya.
Angka ini menurut Primandanu menunjukkan bahwa kualitas pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan di Kalimantan Tengah masih relatif baik.
Pemerintah daerah bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan terus memantau perkembangan ini dan berupaya untuk memberikan solusi yang tepat guna menjaga stabilitas sektor perusahaan pembiayaan.
"Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, penting untuk tetap bijak dalam mengelola keuangan dan memilih lembaga pembiayaan yang terpercaya. Dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat mendorong pemulihan sektor perusahaan pembiayaan, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









