PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor fintech peer-to-peer atau P2P di Kalimantan Tengah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada bulan November 2024.

"Jumlah outstanding pinjaman tercatat mengalami peningkatan sebesar Rp149,27 miliar atau 56,59 persen year-on-year atau yoy, dari Rp263,77 miliar menjadi Rp413,04 miliar," kata Kepala Otoritas

Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz pada Selasa, 11 Maret 2025.
Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya jumlah rekening penerima pinjaman di sektor fintech P2P. Pada bulan November 2024, jumlah akun yang menerima pinjaman meningkat sebanyak 5.090 akun, dari 28.387 akun pada tahun sebelumnya menjadi 33.477 akun.

"Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 17,93 persen yoy," kata Primandanu lagi.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan fintech P2P untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka. Layanan pinjaman online yang mudah diakses dan cepat telah menjadi solusi bagi banyak orang yang mungkin tidak memiliki akses ke layanan perbankan konvensional.

"Dengan peningkatan jumlah outstanding pinjaman dan rekening penerima pinjaman, sektor fintech P2P diharapkan dapat terus berkontribusi pada inklusi keuangan di Indonesia," katanya.

Secara keseluruhan, peningkatan signifikan di sektor fintech P2P pada bulan November 2024 menjadi indikator positif bagi perkembangan ekonomi digital di Kalteng.

"Dengan terus berkembangnya teknologi dan akses internet, sektor ini diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)