PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sudah tiga hari Kota Pulang Pisau diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten ( Pemkab) Pulang Pisau ( Pulpis), Osa Maliki mengatakan, bulan Maret memasuki musim Pancaroba atau masa peralihan antara musim hujan dan kemarau. Sedangkan menutur prediksi BMKG, akhir bulan Maret diprediksi akan terjadi perubahan iklim, dari hujan menuju kemarau. 

"Saat ini perubahan iklim sudah mulai memasuki musim pancaroba, musim penghujan diprediksi akan berakhir di akhir bulan Maret 2025" kata Osa, Jumat 21 Matet 2025

Dijelaskan Osa, cuaca tidak menentu pada bulan Maret ini masih sering terjadi. Kadang panas, tiba-tiba hujan disertai angin dan petir. Selama masa peralihan ini, cuaca dapat berubah dengan cepat, menciptakan tantangan dan potensi bencana. 

"Musim pancaroba, suhu udara dapat berfluktuasi secara signifikan selama pancaroba. Curah Hujan dapat turun dalam jumlah yang bervariasi, kadang-kadang dalam intensitas yang tinggi, angin kencang dan badai singkat tidak jarang terjadi selama pancaroba," ungkapnya.

Osa mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi pancaroba dengan aman, selalu pantau perkembangan cuaca melalui laporan cuaca resmi.

--page

Selain itu, pastikan pohon-pohon di sekitar rumah tidak membahayakan karena musim pancaroba bisa saja terjadi angin kencang yang dapat membahayakan. 

Osa menambahkan, prediksi BMKG pada akhir Maret akan terjadi hujan dengan intensitas Sedang dan tinggi. "Bagi para pemudik yang akan mudik ke kampung halamannya agar tetap waspada, jika di perjalanan hujan dan angin, lebih baik berteduh di tempat yang aman, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya. (RETHA/Y)