PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi dan inklusi keuangan.

“OJK mengadakan kegiatan literasi keuangan yang ditujukan kepada protokoler dan komunitas literasi dan inklusi keuangan atau LINK di Provinsi Kalimantan Tengah. Acara ini berlangsung di Aula Hapakat Kantor OJK Kalimantan Tengah,“ kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz dalam rilisnya pada Senin, 24 Maret 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para peserta terkait pengelolaan keuangan serta peran penting OJK dalam menjaga sistem keuangan yang sehat.

Acara dibuka dengan pengenalan OJK, lembaga jasa keuangan, dan berbagai layanan pengaduan yang disediakan untuk membantu masyarakat saat menghadapi permasalahan keuangan.

“Informasi ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan peserta tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dari risiko keuangan,“ tutur Primandanu lagi.

Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga mencakup diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Diskusi tersebut mengangkat tema mengenai tugas dan ruang lingkup OJK dalam melindungi konsumen dan masyarakat. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber, yang diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam mengenai peran dan fungsi OJK.

Narasumber dalam kegiatan ini menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai landasan untuk menciptakan masyarakat yang sadar dan cerdas dalam mengelola keuangan. Para peserta juga diajak untuk lebih mengenal berbagai layanan yang telah disediakan oleh OJK, seperti layanan pengaduan resmi, untuk memastikan perlindungan yang maksimal bagi konsumen.

Kegiatan literasi ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk menciptakan ekosistem keuangan yang aman dan terpercaya di Kalimantan Tengah. Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, OJK berharap mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan guna meminimalisir risiko yang mungkin terjadi akibat kurangnya pemahaman akan sistem keuangan.

“OJK Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan serupa di masa depan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memahami literasi keuangan, diharapkan praktik keuangan ilegal dapat ditekan dan konsumen semakin terlindungi dalam ekosistem keuangan yang lebih baik,“ tutup Primandanu. (TESTI PRISCILLA/J)