BORNEONEWS, Palangka Raya - Seiring dengan pesatnya perkembangan digitalisasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengimbau para santri agar lebih bijak dalam mengelola keuangan. Digitalisasi telah membuka banyak peluang baru, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam pola konsumsi dan pengambilan keputusan finansial, khususnya bagi generasi muda.
Kepala Departemen Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Andrianto Suhada, menyoroti fenomena sosial yang semakin marak, seperti FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), dan FOPO (Fear of Other People’s Opinions). Fenomena-fenomena ini, menurut Andrianto, secara signifikan memengaruhi perilaku keuangan generasi muda, termasuk para santri.
“Sering kali tanpa disadari, kita terdorong untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan kita,” kata Andrianto dalam rilisnya pada Selasa, 25 Maret 2025.
Andrianto juga menekankan dampak negatif yang muncul akibat pengaruh tren tersebut. Banyak individu yang akhirnya terjebak dalam pola pengeluaran yang tidak perlu. Bahkan, tak sedikit yang mengambil langkah nekat, seperti memanfaatkan pinjaman ilegal atau mengikuti investasi bodong yang menawarkan keuntungan instan tanpa analisis yang memadai.
“Kami mengajak para santri untuk meningkatkan literasi keuangan agar lebih sadar dalam mengelola penghasilan atau sumber dana lainnya. Kemampuan untuk memahami risiko dan manfaat dari berbagai produk keuangan sangat penting dalam era digital ini,“ katanya.
OJK juga memberikan beberapa tips untuk para santri, di antaranya adalah membuat anggaran sederhana, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari keputusan keuangan yang impulsif. Edukasi keuangan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para santri untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Melalui pendekatan yang proaktif, OJK berkomitmen untuk melindungi generasi muda dari jeratan pinjaman ilegal dan risiko investasi bodong. Edukasi keuangan, termasuk kepada santri, menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera dan terencana. (TESTI PRISCILLA/H)









