PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan kegiatan Edukasi Keuangan Syariah yang mengusung tema “Berbagi Edukasi Keuangan dan Kajian Lewat Obrolan Keuangan Syariah”. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelajar, santri, dan penyandang disabilitas, tentang produk dan layanan keuangan syariah, serta memberikan wawasan mengenai ancaman penipuan investasi, pinjaman, dan judi online yang kian marak.

“Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di Indonesia. Selain itu, edukasi ini memberikan informasi yang jelas tentang bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan berbagai produk keuangan, termasuk keuangan syariah, secara bijak dan aman,“ kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz dalam rilisnya pada Rabu, 26 Maret 2025.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas yang mewakili Bupati Kapuas, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah melalui perwakilan Kepala Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, serta jajaran lainnya. Para pemimpin lembaga ini menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, dan masyarakat dalam memerangi berbagai ancaman keuangan seperti penipuan dan judi online.

Dalam edukasi ini, OJK juga menggandeng sejumlah pihak, seperti PT BPD Kalimantan Tengah Cabang Kuala Kapuas dan PT Pegadaian Syariah Cabang Kayu Tangi, yang berkomitmen untuk mendukung literasi keuangan syariah. Dengan kolaborasi ini, diharapkan penyampaian informasi keuangan syariah lebih efektif dan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Tidak hanya menjadi forum edukasi, acara ini juga mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk bertukar pandangan terkait pengembangan ekonomi berbasis syariah,“ tambahnya.

Peserta yang hadir, termasuk pelajar dan penyandang disabilitas, merasakan manfaat langsung dari program ini dengan adanya pembahasan interaktif yang relevan dengan kebutuhan mereka.

“Melalui inisiatif ini, OJK berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan syariah akan terus diperkuat melalui berbagai program yang menyasar seluruh lapisan masyarakat,“ tuturnya.(TESTI PRISCILLA/j)