BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah baru saja menyelenggarakan program edukasi bertajuk "Berbagi Edukasi Keuangan dan Kajian Lewat Obrolan Keuangan Syariah". Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Kapuas dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, yaitu pelajar, santri, dan penyandang disabilitas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama yang memberikan pemaparan menarik dan edukatif. Pertama, pihak OJK Provinsi Kalimantan Tengah menjelaskan peran lembaga tersebut dalam mengawasi sektor jasa keuangan serta upaya meningkatkan pemahaman dan akses keuangan masyarakat. Pemaparan ini menjadi pondasi penting untuk mengenalkan lebih dalam konsep keuangan syariah.
PT Bank Kalteng turut berkontribusi dalam sesi edukasi ini dengan membahas pengelolaan keuangan yang bijak untuk kalangan pelajar. Selain itu, mereka juga memperkenalkan produk perbankan syariah yang dirancang untuk mendukung kebutuhan finansial generasi muda.
Sementara itu, PT Pegadaian melengkapi sesi edukasi dengan menjelaskan layanan pegadaian syariah sebagai alternatif solusi keuangan. Peserta diberi wawasan tentang bagaimana layanan ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan finansial tanpa bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta karena memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat.
“Melalui edukasi ini, pelajar, santri, dan penyandang disabilitas diharapkan lebih percaya diri dalam memanfaatkan layanan keuangan syariah,“ kata Kepala Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada dalam rilisnya pada Rabu, 26 Maret 2025.
--page
Program ini mencerminkan komitmen OJK dan pihak terkait dalam mendukung inklusi keuangan syariah.
“Upaya ini diharapkan terus berlanjut demi mencapai masyarakat yang lebih literat secara finansial dan mampu memanfaatkan peluang keuangan syariah untuk meningkatkan kesejahteraan,“ tutur Andrianto. (TESTI PRISCILLA/Y)









