BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai upaya mengatasi kerugian finansial, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Adrias mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan atau mencurigai adanya peredaran uang palsu (upal).
Hal ini untuk menjaga stabilitas dan keamanan sistem keuangan di wilayah Kalteng. "Jika menemukan uang yang diduga palsu, masyarakat diminta untuk melaporkan ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kepolisian, atau bank terdekat," imbaunya, Kamis, 27 Maret 2025.
Ia menganjurkan agar masyarakat kenali ciri keaslian uang rupiah melalui (3D: Dilihat, Diraba, Diterawang).
Waspadai juga peredaran uang di momen tertentu seperti Hari Besar, Lebaran, atau transaksi tunai dalam jumlah besar sering dimanfaatkan oknum untuk mengedarkan uang palsu.
"Masyarakat diimbau untuk aktif mengikuti sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah guna meningkatkan pemahaman terhadap keaslian uang," ajaknya.
Ia menambahkan, Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga integritas rupiah dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam memerangi peredaran uang palsu di Kalteng. (MARINI/j)









