BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya dalam meningkatkan literasi keuangan syariah. Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, melalui perwakilannya, Analis Junior, R Arvin Jazmi Adhyaksa, menyatakan bahwa literasi keuangan syariah di Indonesia perlu terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan agar masyarakat, terutama generasi muda, dapat memahami manfaat serta prinsip dasar dari sistem keuangan syariah.
Arvin Jazmi Adhyaksa menambahkan, pemahaman yang kuat terhadap keuangan syariah dapat menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan finansial yang sesuai dengan prinsip syariah.
“Oleh karena itu, program Gerak Syariah - School of Syariah digagas sebagai salah satu langkah untuk mendukung tujuan ini. Melalui program ini, diharapkan muncul agen-agen perubahan dari kalangan mahasiswa yang siap menyebarkan pemahaman tentang keuangan syariah ke masyarakat luas,“ kata Arvin dalam rilisnya pada Kamis, 27 Maret 2025.
Menurutnya, generasi muda memegang peran penting dalam menyosialisasikan prinsip keuangan syariah. Dengan pendekatan yang inovatif dan berbasis edukasi, diharapkan pemahaman ini tidak hanya terhenti di kalangan akademisi, tetapi juga menjangkau komunitas-komunitas masyarakat umum.
“Mahasiswa adalah aset bangsa yang bisa membawa perubahan nyata,” ujar Arvin dalam penyampaiannya.
--page
Selain memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar keuangan syariah, program ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dalam pengelolaan keuangan. Dengan memahami pentingnya literasi keuangan syariah, masyarakat diharapkan dapat mengelola keuangannya dengan lebih bijak dan sesuai dengan nilai-nilai etika.
Lebih lanjut, Arvin menyebutkan bahwa program Gerak Syariah ini akan diikuti oleh rangkaian pelatihan dan seminar yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses literasi keuangan syariah di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah.
Dengan langkah ini, OJK berharap peningkatan literasi keuangan syariah dapat membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan generasi muda dan masyarakat umum, visi keuangan syariah yang inklusif semakin mendekati kenyataan. (TESTI PRISCILLA/Y)









