PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam sebuah rangkaian acara edukasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan sejumlah materi terkait perkembangan sektor keuangan di Indonesia. Selama 13 tahun terakhir, OJK telah mengambil berbagai langkah strategis, termasuk pengaturan dan pengawasan lembaga jasa keuangan pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

Dalam pemaparannya, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz yang dalam hal ini diwakilkan oleh Analis Junior, R Arvin Jazmi Adhyaksa menyoroti beberapa isu terkini seperti pengelolaan aset keuangan digital, cryptocurrency, pencegahan investasi ilegal, pinjaman online, hingga inovasi baru seperti bullion bank dan bursa karbon.

"Perlu digarisbawahi pentingnya koperasi open loop sebagai salah satu solusi finansial yang inklusif dan berkelanjutan," kata Arvin dalam rilisnya pada Jumat, 28 Maret 2025.

OJK juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan edukasi terkait kasus tindak pidana di sektor jasa keuangan yang sempat marak diberitakan di media.

"Hal ini menjadi bukti nyata peran OJK dalam menjaga stabilitas dan keamanan sektor jasa keuangan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan," katanya.

Selain OJK, PT Pegadaian (Persero) turut ambil bagian dalam acara ini dengan menyampaikan materi tentang produk dan layanan berbasis syariah. Beberapa layanan yang diperkenalkan antara lain gadai syariah, tabungan emas, penitipan emas, serta deposito emas.

"Layanan ini diharapkan dapat memberikan alternatif investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah bagi masyarakat," tutur Vice President PT Pegadaian (Persero) area Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (KALSELTENG), Anwar Yusuf.

Melalui program ini, OJK dan PT Pegadaian berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Kalimantan Tengah. Edukasi ini menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memahami berbagai produk serta risiko keuangan yang ada.

Acara ini mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir dalam kuliah umum dalam rangka Gerak Syariah - School of Syariah di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Diharapkan melalui upaya edukasi seperti ini, semakin banyak individu yang melek keuangan dan mampu memanfaatkan peluang serta menghindari risiko di sektor keuangan. (TESTI PRISCILLA/j)