PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya judi online yang kini semakin marak dan mengkhawatirkan.

Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias menegaskan, judi online bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi merusak tatanan sosial dan masa depan generasi muda.

“Judi online sangat meresahkan. Dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga keluarga dan stabilitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kami merasa perlu turut serta dalam mengedukasi publik untuk menjauhi praktik ini,” ujar Yuliansah , Rabu, 9 April 2025.

Ia menyebutkan, edukasi yang dilakukan oleh BI Kalteng dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, seminar, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan serta instansi terkait. 

Dalam kegiatan tersebut, BI turut mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menghindari godaan iming-iming keuntungan instan yang ditawarkan oleh judi online.

“Kesadaran finansial harus terus dibangun. Jangan mudah tergiur oleh janji kekayaan cepat dari aktivitas ilegal seperti judi online,” tambahnya.

Selain itu, Yuliansah juga menegaskan bahwa BI akan terus mendukung upaya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas aktivitas judi daring yang melanggar hukum.

“Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, lebih kritis dan selektif dalam menggunakan teknologi serta tetap fokus pada hal-hal yang produktif dan bermanfaat,” pungkasnya. (MARINI/j)