PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik RI mencatat inflasi Maret 2025 sebesar 1,65% secara bulanan dan 1,03% secara tahunan, didorong kenaikan harga bahan pangan serta penyesuaian tarif listrik.

Data tersebut dipaparkan dalam Rakor Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual dan diikuti oleh Staf Ahli Gubernur Kalteng Yuas Elko, Senin, 14 April 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi kontribusi dominan terhadap inflasi, terutama bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.

“Inflasi bulanan Maret 2025 relatif lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya dan Maret 2024. Sementara itu, inflasi tahunan Maret 2025 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya namun lebih rendah dibandingkan Maret 2024,” tutur Amalia.

Amalia juga mencatat bahwa harga bawang merah naik 8,67% pada minggu kedua April dibanding bulan sebelumnya, dan cabai merah naik 3,79% meski cabai rawit justru mengalami penurunan 6,15%.

Dalam rakor, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir meminta kepala daerah serius menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis melalui penanaman lokal yang terencana dan berkelanjutan. (HERMAWAN DP/j)