PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalteng menggelar kegiatan bertajuk "Media Update Batang Garing" pada Rabu, 16 April 2025. Acara ini menjadi momen berbagi informasi terkait perkembangan sektor jasa keuangan, sosialisasi pengenalan pasar modal Indonesia, serta momen Halal Bihalal bersama insan pers. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, didampingi Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, memimpin kegiatan ini dengan paparan terkait kondisi perekonomian Kalteng termasuk potensi dan manfaat pasar modal di Kalteng.

Dalam pemaparannya, Kepala OJK Kalteng menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah tetap terjaga, meski tengah menghadapi dinamika perekonomian global. Hal ini menunjukkan keberhasilan pengawasan dan sinergi antara OJK dan pelaku jasa keuangan di wilayah tersebut. Sosialisasi ini juga menjadi langkah proaktif untuk memperkenalkan pasar modal kepada masyarakat setempat, mendorong partisipasi aktif demi meningkatkan investasi lokal.

"Sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, OJK Kalteng terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu langkah yang menjadi fokus adalah optimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD," kata Primandanu.

Melalui TPAKD, lanjutnya, sejumlah program dirancang untuk memperluas akses keuangan masyarakat serta mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal, sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah.

Tak hanya itu, OJK Kalteng juga konsisten menjalankan program literasi dan inklusi keuangan. Langkah ini melibatkan partisipasi aktif Lembaga Jasa Keuangan atau LJK di Kalimantan Tengah melalui edukasi finansial dan pengembangan produk serta layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan akses keuangan, sehingga masyarakat dapat menikmati solusi keuangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, mengungkapkan pentingnya pasar modal sebagai sarana investasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kita berharap masyarakat dapat lebih mengenal instrumen pasar modal dan memanfaatkannya sebagai pilihan investasi yang potensial. Sosialisasi ini juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk berpartisipasi dalam investasi di sektor keuangan," tuturnya.

Melalui kegiatan Media Update Batang Garing, OJK dan BEI menunjukkan komitmen untuk tidak hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)