BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, melaporkan peningkatan signifikan dalam kinerja Bank Umum di wilayah Kalimantan Tengah pada posisi Januari 2025 dibandingkan Januari 2024.
"Peningkatan tersebut mencakup berbagai indikator utama yang menunjukkan tren positif dalam sektor perbankan lokal," kata Primandanu pada Rabu, 16 April 2025.
Hal ini disampaikan Primandanu dalam Media Update Batang Garing atau Berbagi Berita tentang Perkembangan Industri Jasa Keuangan, Sosialiasi Pengenalan Pasar Modal Indonesia dan Halal Bihalal bersama insan pers pada Rabu, 16 April 2025.
Memimpin kegiatan ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz serta Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja menyampaikan sosialisasi pasar modal.
Primandanu menyampaikan dalam kegiatan tersebut bahwa aset Bank Umum tumbuh sebesar 14,29 persen year-on-year atau yoy, meningkat sebesar Rp10,71 triliun, dari Rp74,97 triliun menjadi Rp85,68 triliun.
"Kenaikan ini mencerminkan pengelolaan dan investasi yang semakin baik di sektor perbankan kita," ujarnya.
Selain itu, lanjut Danu, Dana Pihak Ketiga atau DPK juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, meningkat sebesar 10,79 persen yoy atau Rp4,60 triliun. Angka ini membawa total DPK dari Rp42,62 triliun pada Januari 2024 menjadi Rp47,22 triliun pada periode yang sama tahun ini. Primandanu menekankan bahwa hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus bertumbuh terhadap sistem perbankan di Kalimantan Tengah.
Peningkatan kredit/pembiayaan menjadi salah satu sorotan utama. Kredit/pembiayaan tercatat tumbuh 6,40 persen yoy, yaitu sebesar Rp2,98 triliun, dengan total kredit naik dari Rp46,64 triliun menjadi Rp49,63 triliun. Meskipun terdapat kenaikan tersebut, tingkat Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga di bawah 5 persen, yaitu sebesar 1,76 persen.
"Pengendalian kredit bermasalah yang tetap stabil merupakan bukti keberlanjutan pengelolaan risiko yang efektif," tambah Primandanu.
Kepala OJK juga menggarisbawahi pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ini untuk mendukung penguatan ekonomi daerah.
"Kami akan terus berkolaborasi dengan lembaga keuangan dan pemerintah untuk memastikan bahwa sektor perbankan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat," tegasnya.
Data yang dirilis OJK Kalimantan Tengah ini diharapkan dapat mendorong kepercayaan lebih lanjut pada sektor perbankan, sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran di masa depan. (TESTI PRISCILLA/j)









