PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyaluran kredit di bank umum di Provinsi Kalimantan Tengah masih didominasi oleh sektor non-UMKM.

"Total kredit non-UMKM mencapai Rp31,85 triliun atau sekitar 64,17 persen dari total penyaluran kredit," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz dalam pertemuan dengan awak media baru-baru ini.

Hal ini disampaikan Primandanu dalam Media Update Batang Garing atau Berbagi Berita tentang Perkembangan Industri Jasa Keuangan, Sosialiasi Pengenalan Pasar Modal Indonesia dan Halal Bihalal bersama insan pers pada Rabu, 16 April 2025.

Memimpin kegiatan ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz serta Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja menyampaikan sosialisasi pasar modal. 

"Hal ini mengindikasikan bahwa sektor ini tetap menjadi fokus utama pembiayaan oleh lembaga perbankan di wilayah ini," kata Danu lagi.

--page

Danu menjelaskan bahwa meskipun kredit non-UMKM mendominasi, terdapat peningkatan signifikan pada kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

"Kami terus mendorong perbankan untuk memberikan perhatian lebih kepada UMKM, mengingat kontribusi mereka terhadap perekonomian lokal sangat signifikan," ujarnya.

Selain itu, terdapat lima kabupaten/kota yang menjadi kontributor utama dalam penyaluran kredit di Kalimantan Tengah. Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Barito Utara, dan Kabupaten Kapuas tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penyaluran kredit terbesar. Hal ini menunjukkan konsentrasi aktivitas ekonomi yang kuat di daerah-daerah tersebut.

Primandanu juga menambahkan bahwa distribusi kredit di berbagai daerah mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang terfokus pada kawasan tertentu.

"Kami akan terus mengawasi perkembangan ini dan bekerja sama dengan perbankan untuk memastikan distribusi kredit yang lebih merata," tambahnya.

Namun demikian, tantangan tetap ada dalam mendorong akses pembiayaan di wilayah-wilayah terpencil. OJK Kalimantan Tengah berkomitmen untuk memperluas edukasi keuangan dan memperkuat kolaborasi dengan pihak-pihak terkait guna menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil di pedesaan.

--page

Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, diharapkan penyaluran kredit dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kalimantan Tengah.

"Kami optimis bahwa dengan sinergi dan komitmen, seluruh pihak dapat mendorong kemajuan ekonomi yang berkelanjutan," tutur Primandanu. (TESTI PRISCILLA/Y)