PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Adrias, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan data pribadi, khususnya di era digital saat ini. 

Ia menekankan pentingnya tidak membagikan data pribadi secara sembarangan, terutama melalui media sosial.

“Banyak kasus kerugian finansial yang terjadi akibat kebocoran informasi pribadi. Kami mengingatkan agar masyarakat tidak mengunggah atau membagikan data penting seperti nomor KTP, rekening bank, OTP, hingga PIN ke publik,” ujar Yuliansah, Kamis, 17 April 2025.

Ia menjelaskan bahwa, pelaku kejahatan digital atau social engineering kerap memanfaatkan data pribadi untuk mengakses akun keuangan korban, termasuk mobile banking dan dompet digital.

BI Kalteng, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan literasi keuangan dan keamanan digital masyarakat melalui berbagai program edukasi, baik secara daring maupun tatap muka.

--page

“Kesadaran dan kehati-hatian masyarakat adalah benteng utama dalam mencegah kejahatan siber. Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan bank atau lembaga resmi tanpa verifikasi yang jelas,” tegasnya.

Yuliansah berharap sinergi antara regulator, lembaga keuangan, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem digital yang aman dan terpercaya di Kalteng. (MARINI/y)